22.12.05

Bahagia menjadi orang biasa


K alau kita sadari bahwa setiap manusia memiliki kehidupan masing-masing dan memiliki pengharapan masing-masing tentu pada akhirnya mereka akan menjadi uniq. Generalisasi manusia adalah keajaiban dunia yang tak bakal pernah terwujud. Oleh karena itu makna sukses dan berhasil pada setiap orang pun berbeda.


S
aya senang karena akhir-akhir ini ada banyak kalangan yang mengajak sebagian orang dan mengajarkan kepada mereka untuk memiliki paradigma yang lebih baik tentang kesuksesan. Sehingga ada banyak orang yang mulai merubah pengharapan mereka, sehingga tentu saja merubah pola kehidupan mereka. Apapun paradigma anda tentang kesuksesan, saya sarankan hargailah selama anda menilai itu yang terbaik bagi diri anda. Pemahaman terbaik, dalam hal ini mestilah sejalan dengan keyakinan asasi anda akan kebenaran. Kenapa saya menyarankan hal tersebut? Karena anda cukuplah menjadi seperti apa yang anda harapkan tentang diri anda sendiri. Selamanya anda tak akan pernah menjadi orang laing kacuali melakukannya dengan penuh rasa sakit pada jiwa dan kepribadian anda. Selamanya kita adalah kita! dengan segala keunikannya.

Saya menyarankan begini bukanlah menafikkan kebutuhan kita pada keteladanan, yang itu terjadi dengan proses duplikasi kehidupan jiwa lain. Meneladani, sangatlah berbeda dengan menjadi. Harap anda menggaris bawahinya. Anda tetaplah anda walau beraroma Muhammad saw, berbau Habibie, berpanorama Aa' Gym atau bergaya Bill Gates. Ingat mereka hanyalah sebagian dari tampilan luar kalau memang demikian, tapi sejatinya anda adalah anda. Meneladani mereka tak kan pernah menjadikan kita sebagai mereka. Kesuksesan mereka terjadi pada kala dan ruang yang berbeda. Kita memiliki hak untuk sukses pada kala dan ruang kita sendiri. Bahkan pada kadar takaran kita masing-masing. Jangan pernah silau dengan tampilan manusia yang pernah dipertontonkan oleh Allah saw sebagai manusia model. Karena mereka memang bertugas menampilkan itu, tapi kita memiliki tugas yang berbeda. Kita memiliki tugas yang berbeda untuk sukses.

Jadi, tak perlu seribu alasan untuk menjadi pecundang karena untuk menjadi sukses anda ternyata tak perlu sampai menguliti diri. Cukuplah hanya dengan berhenti untuk memerankan tugas perintisan kesuksesan dalam kadar anda sendiri, anda telah layak disebut sebagai pecundang. Sukses bukanlah hasil tapi proses. Bukankah pahlawan tidaklah dinilai dari bagaimana kematian mereka? tapi bagaimana proses hidup mereka! Dan pahlawan tak pernah disebut sebagai pahlawan sebelum mereka memulai proses kepahlawanannya. Andapun tak akan pernah manjadi sukses tanpa pernah memulai merintisnya. Ingat langkah pertama anda untuk memulai, telah tercatat sebagai kesuksesan besar pertama. Anda, saya dan siapapun yang mau memulai merintis proses kesuksesan telah layak disebut orang yang sukses. Tak perlu menguliti diri untuk menjadi sukses bukan?

Jadi tak sulit untuk menjadi sukses bukan? Orang yang anda anggap sukses juga orang biasa dengan tugas yang berbeda. Kita mestilah sukses sesuai peran dan kadar kala serta ruang kita sendiri. Selamat sukses wahai orang biasa. Karena semua orang itu sama kecuali katidakbiasaannya dalam hal prestasi taqwa. itu saja....


feri d. sampurno
*Sukses tinggal selangkah bila kita telah memulai langkah pertama. jika tak juga tertemui pastilah di langkah selanjutnya

0 Comments:

Post a Comment

<< Home